Dengan berkembangnya kuantitas pemakai komputer dan meningkatnya jumlah pengguna internet, maka nilai manfaat dari internet sebagai pusat informasi dan ilmu pengetahuan pun bertambah. Contohnya dalam hal informasi lowongan kerja. Jika dulu pencarian informasi lowongan kerja terbatas pada info dari relasi, surat kabar cetak seperti koran dan majalah, kini berkembang dan merambah ke media online atau internet melalui berbagai online career site. Karena jika dibandingkan exposure di koran terbatas dengan waktu yaitu sekitar 1-2 hari saja dan kapasitas informasinya juga terbatas oleh kolom dan halaman, sedangkan di online career site lebih searchable sampai beberapa bulan setelahnya serta kapasitas informasinya juga lebih banyak. oleh karena itu saya akan membandingkan 2 situs lowongan kerja yang ada di indonesia, yaitu JobsDB dengan Jobstreet.
Perbandingan Kelebihan situs global penyedia informasi lowongan kerja ini selain menyediakan informasi lowongan kerja di Indonesia, juga menyajikan berbagai informasi lowongan kerja. Yang tak kalah menarik adalah fasilitas pencarian yang sangat spesifik, antara lain nama perusahaan yang ingin dimasuki, bidang pekerjaan yang ingin diambil (fungsi), dan lokasi kerja (berdasarkan provinsi bahkan kabupaten). Tampilan informasi pekerjaan didesain layaknya info lowongan kerja di majalah atau koran, yakni dicantumkan kop atau logo perusahaan dan alamat lengkap perusahaan.
Daftar pekerjaan di kolom beranda/ home lebih ringkas dari pada Jobstreet tetapi membuat user harus menjejalah lagi untuk menemukan spesifikasi pekerjaan. Jika berminat, user juga bisa melamar langsung (apply) pekerjaan yang ditawarkan melalui layanan quick apply. User hanya tinggal mengklik resume dan CV yang sudah di upload sebelumnya, sangat mudah dan cepat. User bisa menyimpan hingga 10 CV dan surat lamaran yang berbeda. Begitu juga dengan Job Alerts dan pencarian yang disimpan (pengguna bisa membuat hingga 10 Job Alerts yang berbeda).
Sama seperti JobsDB, JobStreet juga menawarkan rangkaian lengkap layanan rekrutmen . Namun Jobstreet lebih memanjakan mata dengan memberikan pilihan display pada jobs looking yaitu bisa ditampilkan secara detail (baris) atau secara kolom serta dapat di sort berdasarkan date, job little, company, years exp, location, salary.dengan demikian perbandingan antara kedua web lowongan kerja tersebut tidak terlalu mencolok, hanya Jobstreet lebih mudah dan lebih menarik daripada JobsDB karena tampilannya yang membuat kita lebih mengerti.
Kamis, 22 Maret 2012
Rabu, 14 Maret 2012
mitos seputar hypnosis
MITOS SEPUTAR HYPNOSIS
Mitos 1: Seorang ahli Hipnotis mampu mengontrol pikiran saya
Fakta: Tidak ada seorangpun yang dapat mengontrol pikiran kita, kecuali kita memperbolehkannya. Tidak ada sekalipun waktu kita bisa kehilangan kontrol terhadap pikiran kita sendiri, bahkan ketika kita tidur sekalipun. Pikiran (bawah sadar) kita mampu untuk selalu mengetahui sugesti yang tidak kita setujui, atau tidak mengerti, dan mampu secara langsung menolak hal tersebut bila bertentangan dengan nilai dasar kita.
Mitos 2: Saya akan berbuat hal-hal yang memalukan, seperti menggongong seperti anjing, dll.
Fakta: Asumsi ini berdasarkan pada Stage Hypnosis (utk entertainment) dan film-film semata. Pada kenyataannya, orang-orang yang ditampilkan pada acara-acara stage hypnosis di televisi merupakan orang orang yang mengajukan diri untuk tampil dan membiarkan diri mereka untuk menerima sugesti-sugesti yang bersifat konyol untuk keperluan entertainment. Ada beberapa persiapan yang dilakukan oleh seorang performer Stage Hypnosis terlebih dahulu dibelakang panggung sebelum acara tersebut dilakukan.
Mitos 3: Hipnotis merupakan sesuatu yang didasari dari ilmu hitam atau hal supranatural
Fakta: Hipnotis merupakan proses alami yang telah diteliti dan dipelajari secara ilmiah. Seorang hypnotist (ahli hipnotis) bukan merupakan seorang paranormal atau sebangsanya yang memiliki “kekuatan” gaib/ istimewa. Hypnosis/Hypnotherapy merupakan sebuah bidang ilmu yang berdasarkan riset secara klinis oleh beberapa orang psikolog terkemuka, seperti Dr. Sigmund Freud dan Dr. Carl Jung, dan oleh Dr. Milton Erikson dan Dr. John Kappas.
Mitos 4: Jika saya dihipnotis, maka saya tidak akan sanggup bangun sendiri
Fakta: Hypnosis merupakan proses yang sangat ilmiah dan aman, dan faktanya adalah bahwa hipnosis merupakan keadaan dengan kesadaran yang luar biasa. Banyak orang yang “menyimpulkan” atau “menyamakan” proses hypnosis dengan “lepasnya” jiwa atau pikiran dari tubuh, sebenarnya hypnosis tidak ada sama sekali hubungannya dengan perginya jiwa atau pikiran kita dari tubuh, sehingga kita mampu dan sanggup bangun walaupun sebelum penghipnotis membangunkan kita. Setiap saat ada keadaan yang bisa membahayakan jiwa kita, kita mampu secara natural keluar dari keadaan hypnosis dengan membuka mata dan berbicara, serta terbangun dalam kondisi yang sangat baik.
Mitos 5: Saya belum pernah memasuki kondisi hypnosis sebelumnya
Fakta: Tiap orang secara alami memasuki keadaan hipnotis paling sedikit 2 kali sehari, yaitu sebelum tidur di malam hari dan ketika bangun dari tidur di pagi hari. Ketika kita menonton film, menonton TV, mengendarai kendaraan, atau saat membaca buku yang mengasyikkan, dimana secara focus dan emosi kita terbawa kedalamnya, sebenarnya saat itupun kita memasuki sebuah kondisi di dalam pikiran kita (terdeteksi dengan alat pengukur secara ilmiah) yang kita sebut sebagai hypnotic trance. Jadi, sebenarnya kita seringkali memasuki kondisi hypnosis tanpa kita sadari.
Mitos 6: Hipnotis merupakan pengobatan yang ajaib
Fakta: Hipnotis merupakan metode yang relatif cepat untuk menanamkan kemajuan yang permanen, tetapi bukan merupakan keajaiban hypnosis. Setiap individu pasti mengalami perubahana pada kecepatannya sendiri-sendiri, dan berbeda untuk satu orang dengan orang yang lainnya. Mengapa? Karena proses hypnosis sangat bergantung pada keadaan pikiran, nilai dasar, dan banyak system di dalam pikiran bawah sadar seseorang. Berhati-hatilah pada orang-orang yang mengklaim keberhasilan dalam waktu cepat.
Mitos 7: Hipnotis merupakan perangkat hebat untuk membuat seseorang “mengaku”
Fakta: Sesi hypnotherapy merupakan sesi yang bersifat individu, privat, dan rahasia. Sesi hypnotherapy belum dapat digunakan untuk pengakuan di pengadilan. Hypnosis bukan merupakan alternatif untuk deteksi kebohongan. Memang dengan beberapa teknik tertentu, kita bisa mengetahui (secara garis besar) apakah seseorang mengatakan sesuatu kebenaran atau tidak, tetapi hypnosis tidak dapat digunakan untuk memaksa seorangpun untuk mengatakan “yang sebenarnya” atau mengakui sesuatu.
Mitos 8: Ketidak di hipnotis, saya akan kehilangan semua sensitifitasan saya terhadap sekeliling saya, dan tidak akan mengingat sesudahnya.
Fakta: Hypnosis bukan merupakan kondisi ketidaksadaran dalam tidur. Kenyataannya, banyak orang yang melaporkan memiliki peningkatan sensitifitasan, konsentrasi, dan fokus, dan bahkan dapat mendengar dengan lebih baik selama sesi berlangsung. Jika terjadi kejadian seseorang “lupa” apa yang telah terjadi setelah sesi Hypnosis, maka semua hal yang seolah-olah ia lupakan tersebut dengan mudah dapat diingat kembali dengan sebuah proses tertentu.
Mitos 9: Self-Hypnosis lebih aman, lebih baik, atau lebih efektif daripada datang ke seorang profesional Hypnotherapist
Fakta: Self-Hypnosis terkadang dapat berbahaya ketika tidak diajarkan oleh seorang instruktur profesional, seperti munculnya kebiasaan negatif atau kepercayaan tentang seseorang yang dimasukkan yang tergantung pada sugesti yang diberikan. Hal ini dapat menyebabkan stress dan masalah dalam jangka panjang. Hypnotherapy secara langsung mampu mengakses pikiran bawah sadar, sementara Self-Hypnosis tidak mampu sedalam itu. Terkadang beberapa value (nilai dasar) dan belief (kepercayaan) yang kita miliki sebelumnya, bisa menghambat kecepatan pengaruh dari self hypnosis.
Langganan:
Postingan (Atom)