Rabu, 25 April 2012
manfaat komputer bagi Profesi dosen psikologi ( pengajar)
Profesi dosen psikologi ( pengajar)
Salah satu profesi psikologi yang dapat berperan dalam dunia computer adalah sebagai pengajar atau dosen. Dimana dosen sangat dibantu dengan adanya computer untuk mempermudah dosen untuk membantu dosen di dalam pembuatan materi diskusi dan seminar. Dosen dengan mudahmembuat materi yang akan diajarkan kepada mahasiswa atau pembuatan materi dalam seminar. Selain itu untuk membantu dosen di dalam membuat simulasi permainan yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran diri,simpati,perubahan sikap dan melatih ketrampilan juga kepekaan. Dengan komputer dosen dapat membuat game-game, animasi-animasi yang membuat mahasiswa tertarik utuk mendengarkan dosen dalam menerangkan karena tidaka akan membuat mahasiswa bosan dan dapat menimbulkan kesadaran diri, simpati dan melatih ketrampilan dan kepekaan juga.
Banyak sekali manfaat komputer untuk profesi dosen. Computer juga dapat membantu dosen psikologi untuk membuat psikotes sederhana melalui komputer, mahasiswa akan tertarik karena hal yang baru dann jarang ditemui oleh mahasiswa. Banyak manfaat atau kegunaan yang dirasakan oleh dosen untuk mempermudah mahasiswa dalam belajar, contoh yang paling sering saya temui adalah ketika salah satu dosen tidak masuk karena berhalangan hadir, dosen tersebut akan memberikan tugas atau materi dengan membuka V-class atau e-learing tanpa harus bertatapan muka. Itu sangat membantu dosen ketika ridak dapat masuk kelas dan mahasiswa juga dapat mengaksesnya.
Masih banyak manfaat dan kegunaan komputer bagi dosen psikologi selain hal-hal yang sudah saya sebutkan diatas misalnya computer digunakan unutk membuat dan memperesentasikan bahan atau materi yang akan di sampaikan oleh pengajar dengan bantuan alat-alat lainnya seperti Proyektor dan infokus. Dengan cara seperti ini cara belajar akan lebih efektif karena semua mahasiswa dapat melihat baik yang dibelakang dan yang didepan dan dengan tampilan yang cukup menarik.
Kamis, 22 Maret 2012
perbandingan antara JobsDB dengan Jobstreet.
Dengan berkembangnya kuantitas pemakai komputer dan meningkatnya jumlah pengguna internet, maka nilai manfaat dari internet sebagai pusat informasi dan ilmu pengetahuan pun bertambah. Contohnya dalam hal informasi lowongan kerja. Jika dulu pencarian informasi lowongan kerja terbatas pada info dari relasi, surat kabar cetak seperti koran dan majalah, kini berkembang dan merambah ke media online atau internet melalui berbagai online career site. Karena jika dibandingkan exposure di koran terbatas dengan waktu yaitu sekitar 1-2 hari saja dan kapasitas informasinya juga terbatas oleh kolom dan halaman, sedangkan di online career site lebih searchable sampai beberapa bulan setelahnya serta kapasitas informasinya juga lebih banyak. oleh karena itu saya akan membandingkan 2 situs lowongan kerja yang ada di indonesia, yaitu JobsDB dengan Jobstreet.
Perbandingan Kelebihan situs global penyedia informasi lowongan kerja ini selain menyediakan informasi lowongan kerja di Indonesia, juga menyajikan berbagai informasi lowongan kerja. Yang tak kalah menarik adalah fasilitas pencarian yang sangat spesifik, antara lain nama perusahaan yang ingin dimasuki, bidang pekerjaan yang ingin diambil (fungsi), dan lokasi kerja (berdasarkan provinsi bahkan kabupaten). Tampilan informasi pekerjaan didesain layaknya info lowongan kerja di majalah atau koran, yakni dicantumkan kop atau logo perusahaan dan alamat lengkap perusahaan.
Daftar pekerjaan di kolom beranda/ home lebih ringkas dari pada Jobstreet tetapi membuat user harus menjejalah lagi untuk menemukan spesifikasi pekerjaan. Jika berminat, user juga bisa melamar langsung (apply) pekerjaan yang ditawarkan melalui layanan quick apply. User hanya tinggal mengklik resume dan CV yang sudah di upload sebelumnya, sangat mudah dan cepat. User bisa menyimpan hingga 10 CV dan surat lamaran yang berbeda. Begitu juga dengan Job Alerts dan pencarian yang disimpan (pengguna bisa membuat hingga 10 Job Alerts yang berbeda).
Sama seperti JobsDB, JobStreet juga menawarkan rangkaian lengkap layanan rekrutmen . Namun Jobstreet lebih memanjakan mata dengan memberikan pilihan display pada jobs looking yaitu bisa ditampilkan secara detail (baris) atau secara kolom serta dapat di sort berdasarkan date, job little, company, years exp, location, salary.dengan demikian perbandingan antara kedua web lowongan kerja tersebut tidak terlalu mencolok, hanya Jobstreet lebih mudah dan lebih menarik daripada JobsDB karena tampilannya yang membuat kita lebih mengerti.
Perbandingan Kelebihan situs global penyedia informasi lowongan kerja ini selain menyediakan informasi lowongan kerja di Indonesia, juga menyajikan berbagai informasi lowongan kerja. Yang tak kalah menarik adalah fasilitas pencarian yang sangat spesifik, antara lain nama perusahaan yang ingin dimasuki, bidang pekerjaan yang ingin diambil (fungsi), dan lokasi kerja (berdasarkan provinsi bahkan kabupaten). Tampilan informasi pekerjaan didesain layaknya info lowongan kerja di majalah atau koran, yakni dicantumkan kop atau logo perusahaan dan alamat lengkap perusahaan.
Daftar pekerjaan di kolom beranda/ home lebih ringkas dari pada Jobstreet tetapi membuat user harus menjejalah lagi untuk menemukan spesifikasi pekerjaan. Jika berminat, user juga bisa melamar langsung (apply) pekerjaan yang ditawarkan melalui layanan quick apply. User hanya tinggal mengklik resume dan CV yang sudah di upload sebelumnya, sangat mudah dan cepat. User bisa menyimpan hingga 10 CV dan surat lamaran yang berbeda. Begitu juga dengan Job Alerts dan pencarian yang disimpan (pengguna bisa membuat hingga 10 Job Alerts yang berbeda).
Sama seperti JobsDB, JobStreet juga menawarkan rangkaian lengkap layanan rekrutmen . Namun Jobstreet lebih memanjakan mata dengan memberikan pilihan display pada jobs looking yaitu bisa ditampilkan secara detail (baris) atau secara kolom serta dapat di sort berdasarkan date, job little, company, years exp, location, salary.dengan demikian perbandingan antara kedua web lowongan kerja tersebut tidak terlalu mencolok, hanya Jobstreet lebih mudah dan lebih menarik daripada JobsDB karena tampilannya yang membuat kita lebih mengerti.
Rabu, 14 Maret 2012
mitos seputar hypnosis
MITOS SEPUTAR HYPNOSIS
Mitos 1: Seorang ahli Hipnotis mampu mengontrol pikiran saya
Fakta: Tidak ada seorangpun yang dapat mengontrol pikiran kita, kecuali kita memperbolehkannya. Tidak ada sekalipun waktu kita bisa kehilangan kontrol terhadap pikiran kita sendiri, bahkan ketika kita tidur sekalipun. Pikiran (bawah sadar) kita mampu untuk selalu mengetahui sugesti yang tidak kita setujui, atau tidak mengerti, dan mampu secara langsung menolak hal tersebut bila bertentangan dengan nilai dasar kita.
Mitos 2: Saya akan berbuat hal-hal yang memalukan, seperti menggongong seperti anjing, dll.
Fakta: Asumsi ini berdasarkan pada Stage Hypnosis (utk entertainment) dan film-film semata. Pada kenyataannya, orang-orang yang ditampilkan pada acara-acara stage hypnosis di televisi merupakan orang orang yang mengajukan diri untuk tampil dan membiarkan diri mereka untuk menerima sugesti-sugesti yang bersifat konyol untuk keperluan entertainment. Ada beberapa persiapan yang dilakukan oleh seorang performer Stage Hypnosis terlebih dahulu dibelakang panggung sebelum acara tersebut dilakukan.
Mitos 3: Hipnotis merupakan sesuatu yang didasari dari ilmu hitam atau hal supranatural
Fakta: Hipnotis merupakan proses alami yang telah diteliti dan dipelajari secara ilmiah. Seorang hypnotist (ahli hipnotis) bukan merupakan seorang paranormal atau sebangsanya yang memiliki “kekuatan” gaib/ istimewa. Hypnosis/Hypnotherapy merupakan sebuah bidang ilmu yang berdasarkan riset secara klinis oleh beberapa orang psikolog terkemuka, seperti Dr. Sigmund Freud dan Dr. Carl Jung, dan oleh Dr. Milton Erikson dan Dr. John Kappas.
Mitos 4: Jika saya dihipnotis, maka saya tidak akan sanggup bangun sendiri
Fakta: Hypnosis merupakan proses yang sangat ilmiah dan aman, dan faktanya adalah bahwa hipnosis merupakan keadaan dengan kesadaran yang luar biasa. Banyak orang yang “menyimpulkan” atau “menyamakan” proses hypnosis dengan “lepasnya” jiwa atau pikiran dari tubuh, sebenarnya hypnosis tidak ada sama sekali hubungannya dengan perginya jiwa atau pikiran kita dari tubuh, sehingga kita mampu dan sanggup bangun walaupun sebelum penghipnotis membangunkan kita. Setiap saat ada keadaan yang bisa membahayakan jiwa kita, kita mampu secara natural keluar dari keadaan hypnosis dengan membuka mata dan berbicara, serta terbangun dalam kondisi yang sangat baik.
Mitos 5: Saya belum pernah memasuki kondisi hypnosis sebelumnya
Fakta: Tiap orang secara alami memasuki keadaan hipnotis paling sedikit 2 kali sehari, yaitu sebelum tidur di malam hari dan ketika bangun dari tidur di pagi hari. Ketika kita menonton film, menonton TV, mengendarai kendaraan, atau saat membaca buku yang mengasyikkan, dimana secara focus dan emosi kita terbawa kedalamnya, sebenarnya saat itupun kita memasuki sebuah kondisi di dalam pikiran kita (terdeteksi dengan alat pengukur secara ilmiah) yang kita sebut sebagai hypnotic trance. Jadi, sebenarnya kita seringkali memasuki kondisi hypnosis tanpa kita sadari.
Mitos 6: Hipnotis merupakan pengobatan yang ajaib
Fakta: Hipnotis merupakan metode yang relatif cepat untuk menanamkan kemajuan yang permanen, tetapi bukan merupakan keajaiban hypnosis. Setiap individu pasti mengalami perubahana pada kecepatannya sendiri-sendiri, dan berbeda untuk satu orang dengan orang yang lainnya. Mengapa? Karena proses hypnosis sangat bergantung pada keadaan pikiran, nilai dasar, dan banyak system di dalam pikiran bawah sadar seseorang. Berhati-hatilah pada orang-orang yang mengklaim keberhasilan dalam waktu cepat.
Mitos 7: Hipnotis merupakan perangkat hebat untuk membuat seseorang “mengaku”
Fakta: Sesi hypnotherapy merupakan sesi yang bersifat individu, privat, dan rahasia. Sesi hypnotherapy belum dapat digunakan untuk pengakuan di pengadilan. Hypnosis bukan merupakan alternatif untuk deteksi kebohongan. Memang dengan beberapa teknik tertentu, kita bisa mengetahui (secara garis besar) apakah seseorang mengatakan sesuatu kebenaran atau tidak, tetapi hypnosis tidak dapat digunakan untuk memaksa seorangpun untuk mengatakan “yang sebenarnya” atau mengakui sesuatu.
Mitos 8: Ketidak di hipnotis, saya akan kehilangan semua sensitifitasan saya terhadap sekeliling saya, dan tidak akan mengingat sesudahnya.
Fakta: Hypnosis bukan merupakan kondisi ketidaksadaran dalam tidur. Kenyataannya, banyak orang yang melaporkan memiliki peningkatan sensitifitasan, konsentrasi, dan fokus, dan bahkan dapat mendengar dengan lebih baik selama sesi berlangsung. Jika terjadi kejadian seseorang “lupa” apa yang telah terjadi setelah sesi Hypnosis, maka semua hal yang seolah-olah ia lupakan tersebut dengan mudah dapat diingat kembali dengan sebuah proses tertentu.
Mitos 9: Self-Hypnosis lebih aman, lebih baik, atau lebih efektif daripada datang ke seorang profesional Hypnotherapist
Fakta: Self-Hypnosis terkadang dapat berbahaya ketika tidak diajarkan oleh seorang instruktur profesional, seperti munculnya kebiasaan negatif atau kepercayaan tentang seseorang yang dimasukkan yang tergantung pada sugesti yang diberikan. Hal ini dapat menyebabkan stress dan masalah dalam jangka panjang. Hypnotherapy secara langsung mampu mengakses pikiran bawah sadar, sementara Self-Hypnosis tidak mampu sedalam itu. Terkadang beberapa value (nilai dasar) dan belief (kepercayaan) yang kita miliki sebelumnya, bisa menghambat kecepatan pengaruh dari self hypnosis.
Kamis, 12 Januari 2012
Gangguan Kecanduan Internet
Saya akan memberikan komentar mengenai blog yang berjudul gangguan kecanduan internet. Internet pada saat ini sudah menjadi kebutuhan semua kalangan baik yang tinggal di kota maupun yang tinggal di daerah. Dengan banyaknya warnet yang tersedia internet bisa didapatkan dengan sangat mudah. Internet mempunyai banyak manffat seseorang bisa bertemu teman lama, mencari tugas akhir atau bisa bermain game online.
Perkembangan internet yang pesat memiliki dampak negative bagi orang yang tidak bisa mengontrol sehingga menyebabkan ketagihan atau kecanduan dan tidak bisa lepas di depan computer, duduk berjam-jam di depan computer hanya untuk bermain game atau melihat video porno. Hal ini disebabkan karena internet dengan mudah dapat diakses. Dampak negative dari kecanduan internet sangat banyak seperti menjadi ngantuk di tempat kerja bagi yang bekerja, anak sekolah menjadi membolos hanya karena ingin ke warnet, anak sekolah bohong terhadap orangtua dan seringkali tidak peduli dengan lingkungan sendiri karena seperti memiliki dunia sendiri masih banyak sekali dampak negative dari kecanduan internet.
Orang yang mengalami kecanduan internet adalah orang-orang yang mengalami depresi berat, kecemasan, atau orang yang yang tidak bisa bersosialisasi dengan orang lain. Orang yang tidak bisa bersosialisasi dengan orang nyata atau tidak memiliki banyank teman menghabiskan waktu berjam-jam didepan computer hanya untuk Online, melihat Youtube atau melihat gambar-gambar. Saya memiliki satu contoh nyata yang dialami oleh teman saya, dia lebih sering menghabiskan waktunya didepan computer hanya untuk Online, Youtubean, twitteran karena dia tidak memilki teman berbicara atau sharing di keluarganya sehingga bertemu dengan orang-orang maya yang menerima dia apa adanya sehingga dia merasa diterima dan merasa nyaman, bahkan ketika saya mengajak berbicara dia tidak menghiraukan dan asik sendiri senyum-senyum sendiri. In adalah salah satu contoh kecanduan dimana seseorang lebih sering menghabiskan waktu di depan internet dan tidak peduli dengan keadaann sekitar.
Seseorang yang sudah kecanduan internet harus disadarkan untuk memakai internet sesuai kebutuhan saja, memang itu tidak mudah tapi saya memilki saran-saran yang mungkin bisa sedikit membantu orang-orang yang mengalami kecanduan untuk sadar. Menurut saya yang diperlukan adalah berteman dengan orang-orang yang mengalami kesepian karena orang yang kesepian butuh teman untuk bercerita atau hanya sekedar jalan saja, memperbanyak aktivitas seperti olahraga, mengerjakan Pr, membaca buku dan menjauhkan computer atau modem dari sekitar karena bila ada computer atau modem itu bisa memberi stimulus untuk berinternet. Demikian saran-saran yang bisa saya berikann semoga sara-saran tersbut bisa bermanfaat dan dapat membantu orang-orang yang mengalami kecanduan.
Langganan:
Postingan (Atom)